Fokus permasalahan akan terpusat pada kebiasaan umum
pemakaian karpet yang berlebihan di ruangan kecil seperti tempat latihan band, studio musik dan
lain2. Artikel ini membahas kekurangan penambahan karpet pada ruangan kecil
dengan perhitungan dan model computer oleh EASE 4.2. Untuk pengontrolan reverb,
room modes yang lebih akurat, silahkan anda mengkonsultasikannya kepada
konsultan akustik.
Mari kita ambil contoh ruangan (kosong) yang lebar nya
4m, panjangnya 5m, dan tingginya 3m. Lantainya terbuat dari cor2an beton yang
di cat, dindingnya dari bata yang di cat. langit2nya dari gypsum 12.5mm.
Dibawah ini saya sertakan data penyerapan suara (sabine)
yang saya ambil datanya dari SAE
college website. Data adalah sebagai berikut:
karpet 0.01 0.02 0.06 0.15 0.25 0.45
Ruangan
ini mempunyai volume sebesar
dan total
luas area dinding sebesar
.
Membandingkan
3 frekuensi, 125Hz, 1kHz dan 4kHz dan dengan menggunakan rumus Sabine
(penjelasan rumus ini tidak saya fokuskan pada
artikel ini). Kita mendapatkan reverb pada:
125Hz =
![]()
1000Hz=![]()
4000Hz=![]()
Secara
sekilas perhitungan diatas menunjukkan bahwa ruangan ini terbantu banyak oleh
langit2 yang menyerap frekuensi rendah. Perhatikan bahwa penyerapan pada
frekuensi 125Hz adalah 0.15. Artinya, 15% dari frekuensi 125Hz yang menabrak
gypsum/plasterboard itu akan hilang terserap, dan 85% terpantul kembali.
Sekarang,
membandingkan dengan kalkulasi Sabine EASE 4.2 sebagai berikut:
*perhatikan
125Hz, 1 dan 4kHz!

Data
tersebut menunjukkan bahwa Reverb pada 125Hz adalah 1.4s, pada 1kHz adalah
4.97s, dan pada 4kHz adalah 2.35s.
Perbedaan
perhitungan saya dengan data EASE diakibatkan karena perbedaan data penyerapan
yang digunakan. Data penyerapan yang di gunakan adalah sebagai berikut:
Concrete/Cor2an
di cat: 0.01 (125Hz), 0.02 (1kHz), dan 0.05 (4kHz).
Dinding
bata yang di cat: 0.01 (125Hz), 0.02 (1kHz), dan 0.03 (4kHz).
Gypsum/plasterboard
12.5mm: 0.30 (125Hz), 0.02 (1kHz), dan 0.02 (4kHz).
Karpet:
0.03 (125Hz), 0.23 (1kHz), dan 0.54 (4kHz).
Perhatikan
bahwa data EASE mempunyai penyerapan 2 kali lipat pada 125Hz yang dilakukan
oleh langit2nya. Perhitungan EASE juga berdasarkan Erying reverb time yang
lebih akurat untuk ruangan kecil.
Sebelum
lanjut,
Point
dari artikel ini adalah membandingkan penambahan karpet oleh EASE dan oleh
perhitungan. TIDAK ada hubungan antara perhitungan EASE dan perhitungan manual
yang akan saya lakukan. Kita akan membandingkan apakah yang terjadi dengan
menambahkan karpet …
Data
pertama yang dapat kita simpulkan adalah sebagai berikut:
|
Frekuensi |
Reverb
menurut perhitungan |
Reverb
menurut EASE |
|
125Hz |
2.6s |
1.4s |
|
1000Hz |
4.2s |
4.97s |
|
4000Hz |
2.7s |
2.35s |
Selanjutnya,
apakah yang terjadi jika lantainya diberi karpet?
Mari
kita hitung dulu.
Perhatikan
table data penyerapan yang diambil dari SAEcollege website. 125Hz diserap hanya
10% saja oleh karpet dan concrete/cor. Dengan demikian, reverb pada 125Hz TIDAK
berubah karena koefisien penyerapannya sama, yaitu 2.6s.
Untuk
1000Hz:
.
Untuk
4000Hz:
.
Drastis
bukan penurunan pada 1000Hz dan 4000Hz? Dari 4.2s menjadi 1.9s dan 2.7s jadi
0.8s. Namun 125Hz tetap 2.6s. Apakah ini yang dinamakan ruangan yang mati?
BUKAN! Karena masih ada reverb panjang (diatas 2seconds) difrekuensi rendah. Perhatikan rasio reverb yang
makin didominasi oleh frekuensi rendah! Bagaimana dengan EASE? Mari kita lihat
data yang dihasilkan EASE sbb:

Sejauh
ini … data sementara yang diperoleh setelah penambahan karpet pada lantai
adalah:
|
Frekuensi |
Reverb
menurut perhitungan |
Reverb
menurut EASE |
|
125Hz |
2.6s |
1.32s |
|
1000Hz |
1.9s |
1.54s |
|
4000Hz |
0.8s |
0.66s |
Apakah
EASE juga menunjukkan hal yang sama?
125Hz
dari 1.4s hanya turun menjadi 1.32s.
1000Hz
dari 4.97s turun menjadi 1.54s.
4000Hz
dari 2.35s turun menjadi 0.66s.
Penambahan karpet tidak membuat response ruangan menjadi flat, tapi menjadi
boomy/bassy. Response frekuensi rendah menjadi lebih tidak terkontrol dan
mendominasi. Ini baru penambahan karpet di lantai … dapatkah anda bayangkan
bagaimana jika seluruh dinding di tambah karpet? Frekuensi menengah keatas akan
menjadi semakin hilang dan ruangan menjadi makin boomy!
Sebuah
studio musik sepantasnya mempunyai reverberation
time yang mendekati “flat” disemua frekuensi. Dengan makin boomy suatu studio,
karya yang dihasilkan akan semakin kekurangan bass/low frequency content
dikarenakan adanya “bass boost” dari ruangan tersebut.
Konsultasi
terhadap seorang akustisi sangat disarankan untuk mendapatkan response ruangan
yang baik. Penambahan karpet bukanlah suatu solusi yang jitu untuk pengurangan
reverb atau mengontrol frekuensi rendah.
Penambahan
karpet tidak (dalam fokus artikel ini):
1.
Membuat
reverb time menjadi “flat” pada semua frekuensi.
2.
Mengontrol
frekuensi rendah.
3.
Membuang
100% semua frekuensi yang terpantul.
Untuk lebih lanjutnya masalah akustik pada ruangan
kecil, saya sarankan untuk membaca artikel saya yang berjudul Sharing Tentang
Pikiran Akustisi di Ruangan Kecil. Harap maklum dan mohon maaf jika ada
kesalahan perhitungan atau kata yang kurang berkenan.
YP
Hadi SK