Maret 2012

Pengetikkan buku sudah selesai. Tahap selanjutnya adalah pengecekan dan revisi layout. Pengecekan buku dapat memakan waktu yang sangat lama dan sejauh ini goal untuk rilis buku ini pada akhir tahun 2012 masih dapat tercapai.

 

Februari 2012

Sejauh ini, telah diketik 237 halaman. Bab terakhir sudah hampir selesai di ketik dan buku ini sudah mendekati penyelesaian. Sumber topik utama sudah hampir selesai. Satu atau dua bab selanjutnya adalah bab tambahan. Mudah-mudahan goal rilis akhir tahun 2012 dapat tercapai. 

isi1

isi2

grafik total

Sempat ditanyakan beberapa individu. Buku ini kemungkinan besar hanya di distribusi secara independen dan tidak akan tersedia di toko buku karena tingkat teknikal yang tinggi (toko buku hanya mau jualan kuantitas, kalau tidak terjual, buku dikembalikan dan hanya buang-buang waktu saja berurusan dengan penerbit buku). Harga belum bisa dikira-kira, mungkin diantara Rp. 300 - 500 ribu. Buku akan 100% berwarna untuk mempermudah membaca grafik. Tinggi buku adalah 9,5in (24,13cm) dan lebarnya 8in (20,32in). Semua informasi dalam paragraf ini bersifat informal dan dapat berubah sewaktu-waktu.

 

September 2011

Loudspeaker adalah sebuah alat pengubah energi dari energi listrik ke energi mekanik lalu ke energi akustik. Untuk memahami suatu loudspeaker secara objektif, dapat dilakukan beberapa pengukuran atau pengambilan data teknikal. Sayangnya, masyarakat Indonesia, termasuk yang "mendalami" loudspeaker atau sound system atau audio secara umum masih dikuasai oleh subjektifitas. Contohnya: "Tuning sound system pakai telinga saja", "EQ loudspeaker pakai telinga saja". Pertanyaannya ... telinga siapa? Tiap orang mempunyai daun telinga (pinna) berbeda-beda dan tiap orang mempunyai latar belakang berbeda-beda .. dengan ini, tiap orang MENDENGAR dengan kualitas yang berbeda juga. Telinga jelas menjadi hakim dalam menentukan benar atau salah, bagus atau tidak, kurang ini atau kurang itu, namun sangatlah baik jika data teknikal digunakan sebagai sarana objektifitas dan komunikasi.

Masalahnya lagi ... data loudspeaker dapat diambil dengan mudah. Semua orang dapat saja, maaf, mencari software bajakan, membaca manual-nya dan lalu mengambil data loudspeaker. Sampai ada beberapa individu yang sangat bangga mempunyai satu software bajakan dengan tiga versi berbeda ..., yang terang-terangan tidak dapat menggunakan software itu. Kemana arah pembicaraan ini?

1. Masih kurangnya pemahaman apa itu data teknikal loudspeaker. Misalnya frequency response, dimana banyak individu yang data mengambil datanya, namun tidak mengerti cara menginterpretasikan data ini.

2. Kurangnya pemahaman data teknikal loudspeaker dengan benar. Misalnya distorsi, group delay, step response, phase response, dan lain-lain.

3. Kurangnya referensi dalam bahasa Indonesia.

Nomer tiga adalah kendala terbesar. Nomer satu dan dua dapat dipelajari dengan mendapatkan referensi bahasa Inggris. Dan sudah saya jumpai bahwa orang yang pintar bahasa Inggris akan makin mengerti, dan orang yang tidak dapat bahasa Inggris menjadi makin bingung (hampir sama dengan yang kaya semakin kaya pengetahuan, yang miskin makin bingung). Kenapa? Karena tidak ada yang mau "membagi" ilmu itu, entah dalam bentuk kursus atau buku.

Semua hal-hal yang tersebut diatas saya jumpai secara pribadi dari forum, grup dan diskusi (termasuk debat kusir, debat bermutu, debat tidak bermutu, dan lain-lain) secara online.

Saya ingin satu hal ... Indonesia juga maju dalam bidang audio, khususnya mengerti dan memahami loudspeaker. Bukan hanya untuk kalangan yang mempunyai uang, yang dapat membayar kursus mahal di luar negeri, namun untuk individu yang serius ingin belajar namun kurang adanya dana tinggi untuk keluar negeri, dan kurang mengerti bahasa Inggris.

Sebuah buku sedang saya ketik untuk mengatasi masalah ini. Setelah lebih dari 4 tahun bekerja di Community Pro Loudspeakers (mengukur ratusan sistem loudspeaker dan komponen loudspeaker), lebih dari 2 tahun mengajar audio, dan lebih dari 2 tahun mengembangkan loudspeaker hi-end, saya menulis semua pengalaman dalam mengukur, memahami dan menginterpretasi data teknikal loudspeaker dalam buku ini. Saya target-kan untuk selesai diketik dan siap rilis pada akhir tahun 2012. Harap mendoa'kan untuk dapat selesai pada waktunya.

Bulan ini, September 2011, total sudah 172 halaman saya ketik, dan termasuk 178 grafik/gambar/foto.

Apa yang pembaca dapatkan dari buku ini?

1. Mengerti cara-cara praktis untuk mengambil data loudspeaker, termasuk teknik-tenik meletakkan microphone untuk meminimalisasi pantulan ruangan dan mendekati hasil pengukuran dalam anechoic chamber.

2. Mengerti cara-cara mem-post process data yang sudah diambil. Seperti mendapatkan angka sensitifitas dan lain-lain.

3. Mengerti bagaimana cara menginterpretasi suatu kurva hasil pengukuran.

4. Mengerti lebih banyak lagi data teknikal loudspeaker, dan yang terutama, penjelasan secara subjektif apa yang akan terdengar dari parameter/pengukuran ini.

5. Mengerti trik-trik perusahaan loudspeaker dalam membuat data terlihat lebih baik.

Saya akan update perkembangan penulisan buku ini perlahan-lahan di halaman ini.